Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang
Allah Subhana Wa Ta'ala berfirman :
تَكَادُ السَّموتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْ فَوْقِهِنَّ وَ الْمَلئِكَةُ يُسَبّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبّهِمْ وَ يَسْتَغْفِرُوْنَ لِمَنْ فِي اْلارْضِ، اَلآَ اِنَّ اللهَ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ(5) وَ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِه اَولِيَآءَ اللهُ حَفِيْظٌ عَلَيْهِمْ وَ مَآ اَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيْلٍ(6)الشورى: 5-6
Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Tuhan) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhannya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (5)
Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah, Allah mengawasi (perbuatan) mereka; dan kamu (ya Muhammad) bukanlah orang yang diserahi mengawasi mereka. (6) [QS. Asy-Syuuraa : 5-6]
نَبّئْ عِبَادِيْ اَنّيْ اَنَا الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ(9) وَ اَنَّ عَذَابِيْ هُوَ اْلعَذَابُ اْلاَلِيْمُ(50). الحجر: 49-50
Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (49)
dan bahwa sesungguhnya ‘adzab-Ku adalah ‘adzab yang sangat pedih, (50) [QS. Al-Hijr : 49-50]
قُلْ ياَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ شَكّ مّنْ دِيْنِيْ فَلآَ اَعْبُدُ الَّذِيْنَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللهِ وَ لكِنْ اَعْبُدُ اللهَ الَّذِيْ يَتَوَفّيكُمْ وَ اُمِرْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ(104) وَ اَنْ اَقِمْ وَجْهَكَ لِلدّيْنِ حَنِيْفًا، وَلاَ تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ(105) وَلاَ تَدْعُ مِنْ دُوْنِ اللهِ مَا لاَ يَنْفَعُكَ وَلاَ يَضُرُّكَ، فَاِنْ فَعَلْتَ فَاِنَّكَ اِذًا مّنَ الظّلِمِيْنَ(106) وَ اِنْ يَّمْسَسْكَ اللهُ بِضُرّ فَلاَ كَاشِفَ لَه اِلاَّ هُوَ، وَ اِنْ يُّرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلاَ رَآدَّ لِفَضْلِه، يُصِيْبُ بِه مَنْ يَّشَآءُ مِنْ عِبَادِه، وَ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ(107)يونس: 104-107
Katakanlah: "Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu, dan aku telah diperintah supaya termasuk orang-orang yang beriman", (104)
dan (aku telah diperintah): "Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik. (105)
Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa’at dan tidak (pula) memberi mudlarat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang dhalim". (106)
Jika Allah menimpakan sesuatu kemudlaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (107) [QS. Yuunus : 104-107]
قُلْ اِنَّ صَلاَتِيْ وَ نُسُكِيْ وَ مَحْيَايَ وَ مَمَاتِيْ للهِ رَبّ الْعلَمِيْنَ(162) لاَ شَرِيْكَ لَه، وَ بِذلِكَ اُمِرْتُ وَ اَنَا اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ(163) قُلْ اَغَيْرَ اللهِ اَبْغِيْ رَبًّا وَّ هُوَ رَبُّ كُلّ شَيْءٍ، وَ لاَ تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ اِلاَّ عَلَيْهَا، وَ لاَ تَزِرُ وَازِرَةٌ وّزْرَ اُخْرى، ثُمَّ اِلى رَبّكُمْ مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ(164) وَ هُوَ الَّذِيْ جَعَلَكُمْ خَلئِفَ اْلاَرْضِ وَ رَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجتٍ لّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اتيكُمْ، اِنَّ رَبَّكَ سَرِيْعُ الْعِقَابِ وَ اِنَّه لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(165)الانعام: 162-165
Katakanlah: "Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, (162)
tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (163)
Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudlaratannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan". (164)
Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (165) [QS. Al-An’aam : 162-165]
وَ هُوَ الَّذِيْ سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوْا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَّ تَسْتَخْرِجُوْا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُوْنَهَا، وَ تَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيْهِ وَ لِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِه وَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ(14) وَ اَلْقى فِي اْلاَرْضِ رَوَاسِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِكُمْ وَ اَنْهَارًا وَّ سُبُلاً لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ(15) وَ عَلمتٍ، وَ بِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُوْنَ(16) اَفَمَنْ يَّخْلُقُ كَمَنْ لاَّ يَخْلُقُ، اَفَلاَ تَذَكَّرُوْنَ(17) وَ اِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللهِ لاَ تُحْصُوْهَا، اِنَّ اللهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(18)النحل:14-18
Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. (14)
Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk (15)
dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk. (16)
Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran. (17)
Dan jika kamu menghitung-hitung ni’mat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (18) [QS. An-Nahl : 14-18]
مَنْ كَفَرَ بِاللهِ مِنْ بَعْدِ اِيْمَانِه اِلاَّ مَنْ اُكْرِهَ وَ قَلْبُه مُطْمَئِنٌّ بِاْلاِيْمَانِ وَ لكِنْ مَّنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مّنَ اللهِ، وَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ(106) ذلِكَ بِاَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا اْلحَيوةَ الدُّنْيَا عَلَى اْلاخِرَةِ وَ اَنَّ اللهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكفِرِيْنَ(107) اُولئِكَ الَّذِيْنَ طَبَعَ اللهُ عَلى قُلُوْبِهِمْ وَ سَمْعِهِمْ وَ اَبْصَارِهِمْ، وَ اُولئِكَ هُمُ الْغفِلُوْنَ(108) لاَ جَرَمَ اَنَّهُمْ فِي اْلاخِرَةِ هُمُ اْلخسِرُوْنَ(109) ثُمَّ اِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِيْنَ هَاجَرُوْا مِنْ بَعْدِ مَا فُتِنُوْا ثُمَّ جَاهَدُوْا وَ صَبَرُوْا، اِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(110)النحل: 106-110
Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya ‘adzab yang besar. (106)
Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.(107)
Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang lalai. (108)
Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi. (109)
Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (110) [QS. An-Nahl : 106-110]
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ لَه مَا فِي السَّموتِ وَ مَا فِي اْلاَرْضِ وَ لَهُ الْحَمْدُ فِي اْلاخِرَةِ، وَ هُوَ اْلحَكِيْمُ اْلخَبِيْرُ(1) يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي اْلاَرْضِ وَ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَآءِ وَ مَا يَعْرُجُ فِيْهَا، وَ هُوَ الرَّحِيْمُ الْغَفُوْرُ(2)سبا: 1-2
Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (1)
Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia-lah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun. (2) [QS. Saba’ : 1-2]
لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ ايَةٌ جَنَّتنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّ شِمَالٍ، كُلُوْا مِنْ رّزْقِ رَبّكُمْ وَ اشْكُرُوْا لَه، بَلْدَةٌ طَيّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ(15) فَاَعْرَضُوْا فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَ بَدَّلْنهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ اُكُلٍ خَمْطٍ وَّ اَثْلٍ وَّ شَيْءٍ مّنْ سِدْرٍ قَلِيْلٍ(16) ذلِكَ جَزَيْنهُمْ بِمَا كَفَرُوْا، وَ هَلْ نُجزِي اِلاَّ الْكَفُوْرَ(17)سبا:15-17
Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun". (15)
Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. (16)
Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. [QS. Saba’ : 15-17]
اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتبَ اللهِ وَ اَقَامُوا الصَّلوةَ وَ اَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنهُمْ سِرًّا وَّ عَلاَنِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَ(29) لِيُوَفّيَهُمْ اُجُوْرَهُمْ وَ يَزِيْدَهُمْ مّنْ فَضْلِه، اِنَّه غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ(30)فاطر: 29-30
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, (19)
agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (30) [QS. Faathir : 29-30]
وَ الَّذِيْنَ عَمِلُوا السَّيّاتِ ثُمَّ تَابُوْا مِنْ بَعْدِهَا وَ امَنُوْآ اِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ. الاعراف: 153
Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu, sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Al-A’raaf : 153]
Bersambung…….
فَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللهُ حَللاً طَيّبًا وَّ اشْكُرُوْا نِعْمَتَ اللهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ(114) اِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَ الدَّمَ وَ لَحْمَ اْلخِنْزِيْرِ وَ مَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللهِ بِه، فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّلاَ عَادٍ فَاِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(115)النحل: 114-115
Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah ni’mat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (114)
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (115) [QS. An-Nahl : 114-115]
وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِيْنَ اِلاَّ مُبَشّرِيْنَ وَ مُنْذِرِيْنَ وَ يُجَادِلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوْا بِهِ الْحَقَّ وَ اتَّخَذُوْآ ايتِيْ وَ مَآ اُنْذِرُوْا هُزُوًا(56) وَ مَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكّرَ بِايتِ رَبّه فَاَعْرَضَ عَنْهَا وَ نَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ، اِنَّا جَعَلْنَا عَلى قُلُوْبِهِمْ اَكِنَّةً اَنْ يَّفْقَهُوْهُ وَ فِيْ اذَانِهِمْ وَقْرًا، وَ اِنْ تَدْعُهُمْ اِلَى الْهُدى فَلَنْ يَّهْتَدُوْآ اِذًا اَبَدًا(57) وَ رَبُّكَ الْغَفُوْرُ ذُو الرَّحْمَةِ، لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوْا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ، بَلْ لَّهُمْ مَوْعِدٌ لَّنْ يَّجِدُوْا مِنْ دُوْنِه مَوْئِلاً(58) وَ تِلْكَ الْقُرى اَهْلَكْنهُمْ لَمَّا ظَلَمُوْا وَ جَعَلْنَا لّمَهْلِكِهِمْ مَّوْعِدًا(59)الكهف: 56-59
Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokkan. (56)
Dan siapakah yang lebih dhalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhannya lalu dia berpaling daripadanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendati pun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya, (57)
Dan Tuhanmulah Yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia meng’adzab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan ‘adzab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat ‘adzab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung daripadanya. (58)
Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat dhalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka. (59)[QS. Al-Kahfi : 56-59]
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلئِكَةُ اَلاَّ تَخَافُوْا وَلاَ تَحْزَنُوْا وَ اَبْشِرُوْا بِاْلجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ(30) نَحْنُ اَوْلِيَآؤُكُمْ فِي الْحَيوةِ الدُّنْيَا وَ فِي اْلاخِرَةِ، وَ لكُمْ فِيْهَا مَا تَشْتَهِيْ اَنْفُسُكُمْ وَ لَكُمْ فِيْهَا مَا تَدَّعُوْنَ(31) نُزُلاً مّنْ غَفُوْرٍ رَّحِيْمٍ(32)فصلت: 30-32
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (30)
Kami lah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. (31)
Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (32) [QS. Fushshilaat : 30-32]
اِنَّ الَّذِيْنَ امَنُوْا وَ عَمِلُوا الصَلِحتِ لَهُمْ جَنّتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْهرُ، ذلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُ(11) اِنَّ بَطْشَ رَبّكَ لَشَدِيْدٌ(12) اِنَّه هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيْدُ(13) وَ هُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُ(14) ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدُ(15) فَعَّالٌ لّمَا يُرِيْدُ(16)البروج: 11-16
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar. (11)
Sesungguhnya ‘adzab Tuhanmu benar-benar keras. (12)
Sesungguhnya Dia-lah Yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali). (13)
Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih, (14)
yang mempunyai ‘Arsy lagi Maha Mulia, (15)
Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya. (16) [QS. Al-Buruj : 11-16]
Laa Ikraha, Hanya Allah Yang Maha Mengetahui,
وَ اللهُ اَعْلُمُ

